Thursday, January 15, 2015

Abu Talhah Sedekah Kebun Yang Paling Disayangi...

Assalamualaikum,

Dari Anas bin Malik r.a katanya:

Dulu, Abu Talhah r.a adalah salah seorang daripada kaum Ansar yang paling banyak hartanya di Madinah. Harta yang paling disayanginya ialah kebun Bairaha yang menghala tepat ke masjid. Rasulullah s.a.w selalu masuk ke kebun itu untuk minum air yang enak terdapat di situ. 
Anas berkata lagi: Ketika turun ayat yang bermaksud:
“Kamu sekali-kali tidak akan dapat mencapai hakikat kebajikan dan kebaktian yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai.”
Kemudian Abu Talhah datang menemui Rasulullah s.a.w dan berkata: Allah telah berfirman dalam kitab-Nya:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَن ِ الرَّحِيـم ِ

لـَنْ تـَنَالـُوا الـْبِرَّ حَتىَّ تـُنْفِقـُوا مِمَّا تُحِبُّونَ.

وَمَا تـُنـْفـِقـُوا مِنْ ثسَىْءٍ فـَإِنَّ اللهَ بـِـهِ عَـلِـيـمٌ.

Tiada akan tercapai oleh kamu kebaikan itu sehingga kamu membelanjakan apa-apa yang kamu sayangi. Dan apa jua pun yang kamu belanjakan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya (untuk memberi balasan).
Surah Aali-Imraan, 3: 92

"Sedangkan harta yang paling kucintai adalah kebun Bairaha, lalu kebun itu aku sedekahkan kerana Allah. Aku mengharapkan kebaikan dan bekalannya iaitu pahalanya di akhirat di sisi Allah. Dari itu, wahai Rasulullah! Manfaatkanlah kebun itu semahumu."
Rasulullah s.a.w pun bersabda: "Eloklah! Itu adalah harta yang menguntungkan, itu adalah harta yang menguntungkan! Aku telah mendengar apa yang engkau katakan mengenai kebun itu dan pendapatku, seeloknya kebun itu engkau berikan kepada kaum kerabatmu."
Abu Talhah pun membahagikan kebun itu dan memberikan kepada kaum kerabat dan anak-anak saudaranya.
* Disalin dan disunting dari:
http://yapeimborneo.wordpress.com/2013/06/04/abu-talhah-sedekah-kebuh-yang-paling-disayangi/

Wednesday, December 31, 2014

Cintakan Allah? Ikutlah RasulNya...

Allah Ta'ala berfirman:




Maksudnya:
Katakanlah (wahai Muhammad): "Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutilah daku, nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. Dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

Katakanlah (wahai Muhammad): "Taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya. Oleh itu, jika kamu berpaling (menderhaka), maka sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang kafir.

(Surah Aali-Imraan, ayat 31~32)



Cintakan Allah 

Disuruhlah kita selalu membaca al-Qur'an dengan sebenar-­benar baca, artinya dengan menjurus kan fikiran kepadanya. Dengan demikian kelak terasa hubungan di antara satu ayat dengan ayat yang menyambutnya. Ujung ayat 30 di atas menyatakan bahwa Tuhan Allah itu amat sayang, amat kasih kepada hamba-­hambaNya. Sehingga orang yang pernah bersalah diberi kesempatan mengikuti amalan yang jahat dengan banyak-banyak berbuat baik disertai memohon ampun. Tuhan selalu bersedia menerima kedatangan hambaNya yang demikian.

Apa kesan yang terasa dalam hati yang beriman bila membaca sampai di sini? Ialah cinta, kasih-sayang Tuhan kepada hambaNya. Maka dengan sendirinyapun, dalam perasaan si hamba terasalah pula keinginan membalas cinta itu. Bertepuk tidak sebelah tangan hendaknya. Dalam suasana rasa yang demikian datanglah ayat lanjutan ini:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُوني‏ يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَ اللهُ غَفُورٌ رَحيمٌ
"katakanlah: Jika memang kamu cinta kepada Allah, maka turutkanlah aku, niscaya cinta pula Allah kepada kamu dan akan diampuni Nya dosa-dosa kamu. Dan Al­lah adalah Maha pengampun lagi Penyayang."
 (ayat 31).

Maka perasaan yang tadinya masih terasa samar-samar, laksana masih mencari-sari di antara si hamba dengan Tuhannya, sekarang rahasia itu telah terbuka. Mari kita uraikan ! .
"Engkau telah mengatakan dalam ujung kataMu bahwa Engkau tetap belas-kasihan kepada aku, hambaMu yang lemah ini, ya Tuhanku ! Sebenarnya aku sendiripun begitu kepada Engkau.

Aku cinta kepada Engkau ! Engkau berikan kepadaku suatu perasaan yang halus, suatu 'iffah atau wijdan. Terasa dalam hati kecilku bahwa tidak pernah aku lepas dari tilikanMu, selalu aku Engkau bimbing, banyak nikmatMu kepadaku. Aku selalu hanya menerima saja, aku tidak dapat memberi kepadaMu.

Bagaimana aku akan dapat memberi sedang nyawakupun, nyawa yang sedekat-­dekatnya kepadaku, Engkau yang punya. lantaran ituah maka kasih cintaku kepada Engkau tumbuh dengan mesranya. Aku takut kepada Engkau karena Engkau. Hanya dengan sebuah tempurung aku menerima nikmatMu yang seluas lautan. Tetapi sungguhpun aku takut, akupun rindu kepada Engkau. Aku cemas, tetapi di dalam cemasku itu akupun mempunyai penuh harapan.

Tuhanku ! Engkau ada ! Sungguh Engkau ada ! Hatiku merasainya. Aku ingin sekali berjumpa dengan engkau, tetapi aku tidak tahu ke mana jalan. Dan aku Engkau takdirkan jadi manusia. Aku sendiri tahu kelemahan dan kekuranganku. Sebab itu kadang-kadang terasa malu aku akan melihat Engkau, tetapi aku hendak melihat juga. Tuhanku, tolong aku, tolong aku. Tolong aku dalam penyelesaian soalku ini."

Di sinilah datang jawaban Tuhan, dirumuskan oleh ayat ini. Jika sungguh-sungguh engkau cinta kepadaKu, maka jalan buat menemuiKu mudah saja. Memang Aku Maha Mengetahui, bahwa banyak hambaKu yang seperti engkau, ingin menemuiKu, ingin bersimpuh di hadapanKu, hatinya penuh dengan ingat kepadaKu. Sebelum engkau Aku adakanpun telah Kuketahui keinginan, kerinduan, dan kecintaan itu. Untuk itulah aku utus RasulKu kepadamu; dialah petunjuk jalan menuju aku itu. "Hai utusanKu! Sampaikanlah pesanKu itu kepada seluruh hambaKu yang rindu, asyik dan cinta kepadaKu itu. Bentuklah sebuah rombongan itu; zumaran, berbondong-bondong. Tiap-tiap rombongan di bawah pimpinan engkau, wahai utusanku! Katakanlah kepada mereka wahai rasulKu, cinta mereka Aku balas, bertepuk tidak sebelah tangan. Tadi mereka menyebut bahwa mereka sebagai manusia. pernah bersalah. Aku tahu itu, Aku lebih tahu. Sebab Aku yang mengetahui asal kejadian. Maka apabila rombongan itu telah terbentuk, dan mereka telah berkumpul di dalamnya, dan engkau sendiri yang memimpin, tandanya mereka telah benar-benar telah berjalan menuju Aku. Aku ampuni dosa mereka. Aku mempunyai pula suatu nama yang menunjukkan sifatKu yaitu tawwab, artinya memberi taubat, menerima hambaKu yang kembali. Akupun mempunyai suatu nama menunjukkan sifatKu, yaitu ghafur, pemberi ampun. Akupun rahim, amat penyayang. Bagaimana akan kamu ketahui kebesaran Asma'Ku itu, kalau yang bersalah di antara kamu memohon ampun tidak Aku ampuni?"

Ingatlah kembali salah satu sebab turunnya ayat ini, yaitu utusan dan rombongan Nasrani 60 orang dengan 14 orang terkemuka sedang berada di Madinah.

Nabi Musa yang besar telah mengajarkan kepada Bani Israil suatu ajaran yang berintisari pengorbanan. Sifatnya ialah jalal, kemuliaan. Nabi Isa Almasih yang agung telah membawa lanjutan ajaran yang berdasar hubb, artinya cinta. Sifatnya ialah jamal, keindahan. Sekarangdatang Nabi Muhammad saw. menyempur­nakan penyerahan diri kepada Tuhan itu, Islam. Sifatnya ialah kamal, kesempurnaan. Nyatalah ayat-ayat ini meninggalkan kesan yang mendalam juga pada anggota-anggota utusan Nasrani itu; Muhammad s.a.w, pun membicarakan dari hat cinta.

Memang cintalah pintu pengajian itu, yang selalu dibuka dengan ucapan:

"Dengan nama Allah Yang Maha Murah, lagi Penyayang." Tetapi cinta dalam ucapan sajapun tidaklah cukup. Bahkan cinta hati tidak diikuti pengorbanan tidaklah cukup. Menyatakan cinta, padahal kehendak hati yang dicintai tidak diikuti, adalah cinta palsu. Allah tidak menyukai kepalsuan.

Kamu durhakai Allah, padahal kamu menyatakan cinta kepadaNya. Ini adalah mustahil dalam kejadian, dan ini adalah ganjil Jika memang cintamu itu cinta sejati, niscaya kamu taat kepadaNya. Sebab orang yang bercinta, terhadap yang dicintainya, selalu patuh.

Oleh sebab itu datanglah sambungan ayat:

قُلْ أَطيعُوا اللهَ وَ الرَّسُولَ
"Katakanlah: hendaklah kamu taat kepada Allah dan Rasul"
 (pangkal ayat 32).

Taatlah kepada Allah dan ikuti jejak rasul, niscaya kamu akan yakin bahwa bimbingannya tidak akan membawamu kepada kecelakaan. Apabila kamu telah cinta kepada sesuatu, tentu keinginan kamu adalah keinginan dia. Apatah lagi cinta kepada Allah. Kalau kamu telah cinta kepada Allah, niscaya fanalah kesukaan dirimu sendiri, lebur ke dalam kesukaan Allah. Niscaya bertaubat kamu, hanya Satu Dia saja ingatanmu. Tidak berbelah­ bagi. Kalau terbelah sedikit saja, niscaya terbelah pula ketaatanmu, palsulah cintamu. Taat kepada rasul adalah akibat taat kepada Allah, sebab Rasul itu diutus buat "menjemput kamu dan menunjukkan jalan serta memimpin perjalanan itu sekali.

فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللهَ لا يُحِبُّ الْكافِرينَ
" Tetapi jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang kafir " 
(ujung ayat 32).

Maka adalah orang-orang yang terpacul, tercampak ke luar dari rombongan. Ada yang mengaku cinta kepada Allah, tetapi bukan bimbingan Muhammad yang hendak diturutinya, diapun tersingkir ke tepi. Dia maghdhub, dimurkai Tuhan.Ada yang mencoba-coba membuat rencana sendiri, memandai-mandai, maka diapun terlempar keluar, dia dhallin, diapun tersesat.Ada yang tidak sabar, lantas tercecer di tengah jalan. Ada yang terpesona oleh beberapa hal yang disangka indah, sehingga dia lupa bahwa yang akan dituju ialah yang sebenar-benar indah.

Orang-orang yang semuanya telah kafir, artinya tidak percaya lagi kepada bimbingan Tuhan; niscaya Tuhan tidak bisa mencintai mereka. Sebab itu maka cinta yang sejati ialah penyerahan diri bulat-bulat, bukan sayang yang terbagi-bagi.

Dan mesti sabar menerima apa yang ditimpakan kekasih. Sehingga kalau ada orang yang mengatakan kepada kekasihnya: " walaupun ke lautan api beta ini tuan bawa, beta akan mengikutinya juga." Ucapan yang demikian hanya layak kepada Tuhan, dan Tuhan tidak akan membawa kecintaanNya ke lautan api, melainkan ke dalam syurga.

Ayat-ayat inipun masih berhubungan rapat dengan ayat yang diatasnya, tadi dilarang orang yang beriman menghubungkan wilayah dengan orang kafir, jangan mengangkat mereka jadi pelindung atau jadi pemerintahan. Kecuali kalau hendak menjaga dan memelihara supaya jangan datang dari mereka apa yang ditakuti. Kemudian datang ayat ini, mengatakan bahwa cinta sejati hanya kepada Allah dengan mengikuti Nabi saw. sudah itu datang ayat yang lebih tegas menyuruh taat kepada Allah dan Rasul. Maka kalau kita renungkan pertalian ayat ini satu dengan yang lain, nampaklah bahwa pokoknya orang yang beriman tidak boleh berwilayah kepada orang yang kafir, kecuali kalau sudah sangat terpaksa. Tetapi orang-orang yang imannya sudah sangat mendalam dan cintanya yang pertama dan utama, yaitu Allah.

Sumber: http://kongaji.tripod.com/myfile/Ali_Imran_ayat_31_32.htm


Monday, December 29, 2014

KTM Komuter




KTM Komuter sekarang sudah ada koc khas untuk wanita, AlhamduliLlah. Tetapi kemudahan khas tanpa kawalan dan penguatkuasaan adalah sesuatu yang membazir.

Bila melalui koc tersebut untuk ke koc awam, boleh dilihat lebih ramai lelaki daripada wanita.



Semasa di Dubai, pihak Dubai Metro akan meletakkan pegawai polis transit untuk mengawalselia perkhidmatan dan memastikan semua penumpang mematuhi peraturan.

Mungkin payah untuk dilakukan di Malaysia agaknya?

Cuma ada pengumuman sahaja tentang koc tersebut...cukupkah?

Dan ada seoang pegawai KTM beruniform dengan walkie-talkie, tapi seperti tiada tindakan...patutkah?

Sunday, December 28, 2014

Salawat dan Salam buat RasuluLLah

Assalamualaikum,

Salawat yang sahih dan sempurna untuk Junjungan Besar Nabi Muhammad solAllahu 'alaihi wasallam... seperti yang diperintahkan oleh Allah dalam Al Quran:




"Sesungguhnya Allah dan MalaikatNya bersalawat (memberi segala penghormatan dan kebaikan) kepada Nabi (Muhammad S.A.W); wahai orang-orang yang beriman bersalawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam sejahtera dengan penghormatan yang sepenuhnya." 
(Surah Al Ahzab:56)

Bagaimana cara bersalawat yang sebenarnya...yang diajarkan oleh Baginda kepada para sahabatnya dan diajarkan pula oleh generasi-generasi yang selepas mereka?

Boleh rujuk kepada PAUTAN ini dan PAUTAN ini.

Boleh juga tonton VIDEO ini.

Yang penting salawat kita adalah yang sahih dan bukan yang direka-reka... tidak kira oleh sesiapa pun, hatta yang mengaku mereka keturunan Nabi pun...

Allahu a'lam


Ulangtahun Hari Perkahwinan

Assalamualaikum,

Hari ini 28/12/2014 ialah hari ulangtahun ke-18 perkahwinan saya dengan isteri tersayang, Umm Afiq Nor Azilah binti Salih.

Tidak ada apa yang boleh katakan selain rasa syukur kepada Allah dengan anugerah dan rahmatNya.

Tidak ada gambar-gambar dan kata-kata romantis (ia bukan untuk tatapan umum...)

Tidak ada juga hadiah-hadiah mewah dan mahal...

Cuma doa agar segalanya diberkati dan dilindungi olehNya...


Doa semasa ditimpa musibah

Assalamualaikum,

Di antara kisah yang sangat masyhur ialah kisah Ummul Mukminin, Ummu Salamah Hindun binti Abu Ummayah (rodhiAllahu 'anha), yang terlalu sedih apabila kematian suaminya, Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad (rodhiAllahu 'anhu), selepas Perang Uhud.

RasuluLlah (solAllahu 'alaihi wasallam) ada mengajarkan doa berikut kepada Ummu Salamah, menerusi hadith:

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ  أَنَّهَا قَالَتْ  سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  يَقُولُ مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ
   إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
  اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي  وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا 
إِلَّا أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا  قَالَتْ فَلَمَّا مَاتَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ أَيُّ الْمُسْلِمِينَ خَيْرٌ مِنْ أَبِي سَلَمَةَ   أَوَّلُ بَيْتٍ هَاجَرَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  ثُمَّ إِنِّي قُلْتُهَا فَأَخْلَفَ اللَّهُ لِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  قَالَتْ أَرْسَلَ إِلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَاطِبَ بْنَ أَبِي بَلْتَعَةَ يَخْطُبُنِي لَهُ  فَقُلْتُ إِنَّ لِي بِنْتًا وَأَنَا غَيُورٌ فَقَالَ أَمَّا ابْنَتُهَا فَنَدْعُو اللَّهَ أَنْ يُغْنِيَهَا عَنْهَا وَأَدْعُو اللَّهَ أَنْ يَذْهَبَ بِالْغَيْرَةِ 
Dari Ummu Salamah sesungguhnya telah berkata telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Setiap orang Islam yang ditimpa musibah lalu dia mengucapkan apa yang diperintahkan Allah iaitu: 
"Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah. Ya Allah, berikanlah aku pahala kerana musibah yang kuderitai dan gantikan yang lebih baik"
 Nescaya Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik" Ummu Salamah berkata : "Setelah Abu Salamah (suaminya) meninggal dunia saya mengatakan (dalam hati) siapakah orang-orang Islam yang lebih baik dari Abu Salamah orang pertama yang hijrah bersama keluarganya kerana (mematuhi) Rasulullah s.a.w.? Kemudian saya mengucapkannya sekali lagi. Lalu Allah menggantikannya dengan Rasulullah s.a.w. Rasulullah s.a.w. mengutus Hatib bin Abu Baita'ah meminang saya untuk menjadi isteri beliau. Saya menjawab, bahawa saya mempunyai seorang anak perempuan dan saya seorang perempuan yang cemburu. Beliau menjawab: "Adapun anak perempuannya. Kita doakan supaya dicukupkan Allah keperluannya dan tidak tergantung keperluannya kepada ibunya dan aku mendoakan supaya Allah menghilangkan cemburunya".
(H. R. Muslim)
Selamat beramal, insyaAllah
BaarakAllahu fiikum

Saturday, December 27, 2014

Mudahnya mendapat pahala sedekah...

Dari Abu Dzar r.a. katanya: “Beberapa orang sahabat Nabi s.a.w. pernah berkata kepada beliau,: “Kaum hartawan memperolehi pahala yang lebih banyak. Mereka solat seperti kami solat, puasa seperti kami puasa dan bersedekah dengan sisa harta mereka.” Jawab Rasulullah s.a.w.: “Bukankah Allah telah menjadikan berbagai macam cara untuk kamu bersedekah? Setiap kalimah tasbih adalah sedekah; setiap kalimah takbir adalah sedekah; setiap kalimah tahmid adalah sedekah; setiap kalimah tahlil adalah sedekah; amar makruf dan nahi mungkar (mengajak kepada kebaikan dan melarang kepada yang mungkar) adalah sedekah; bahkan pada kemaluanmu pun terdapat pula unsur sedekah.” Mereka bertanya:”Kalau begitu, adakah kami mendapat pahala jika kami memuaskan nafsu syahwat kami?” Jawab Rasulullah s.a.w. “Jika kamu melakukannya dengan yang haram, tentunya kamu berdosa. Sebaliknya jika kamu melakukannya dengan yang halal, kamu mendapat pahala.” 
H.R. Bukhari

Banjir

Assalamualaikum,

Musibah ataupun dugaan, ataupun kafarah? Bergantung kepada bagaimana kita memandangnya, dari perspektif mana kita melihatnya.

Yang penting, di saat ini, buangkan semua perbezaaan fikrah atau apa-apa pun perbezaan. Membantu saudara-saudara dan sahabat-sahabat kita yang dilanda musibah banjir besar ini adalah tanggungjawab kita semua. 


Gambar hiasan ehsan: MyNewsHub.cc

Jangan tanya dan kata siapa yang sepatutnya buat apa. Masing-masing ada tanggungjawab sendiri. Tidak kira berapa banyak yang kita bantu. Tidak kira berapa ringgit yang kita keluarkan/infaqkan. Tidak kira sekejap mana masa kita luangkan untuk membantu. Yang pentingnya ialah kita bantu semampunya. Semua itu, insyaAllah, ada harganya/nilainya di sisi Allah Ta'ala.

Allah Ta'ala berfirman (mafhumnya):

"Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keredaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat." 
(Surah Al-Baqarah, ayat 265)

Dan kepada saudara-saudara dan sahabat-sahabat yang sedang bergelut dengan musibah ini, ingatlah bahawa rahmat Allah itu sangat besar. Anggaplah apa yang berlaku ini sebahagian dari ujianNya yang sentiasa mahu hambaNya dekat denganNya. Bersabarlah dan banyakkan berdoa dan bermunajat kepadaNya.


Gambar hiasan ehsan: RakyatNews.my

Allah Ta'ala berfirman (mafhumnya):

"Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar...

...(Iaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata: "Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali."

Mereka itu ialah orang-orang yang dilimpahi dengan berbagai-bagai kebaikan dari Tuhan mereka serta rahmatNya; dan mereka itulah orang-orang yang dapat petunjuk hidayahNya."
(Surah Al-Baqarah, ayat 155-157)

Sama-samalah kita membantu semampunya. Mungkin ini masa mereka, mana tahu di masa hadapan nanti masa kita pula.

Sekian

BaarakAllahu fiikum

Ps: Jangan pedulikan mereka-mereka (para umara') yang pergi bercuti semasa musibah ini. Itu mereka akan jawab di hadapan Allah di Mahkamah AgungNya nanti. Kita lunaskan sahaja tanggungjawab kita.




Thursday, December 25, 2014

OFG: Postponed

Assalamualaikum,

Well "...Allah is the best Planner..." there goes a verse in the Quran, Aali-Imraan chapter, verse 31. Although we have been planning our Tasik Banding trip since August this year, changing venues a few times, when Allah doesn't will it, it won't happen.

And so, we had a meeting tonight at a Char Kuewtiaw joint in BBB, to discuss about our next plan. Since the weather is not getting any better and all the camps are closed (by the order of the Perbadanan Taman Negeri Perak), we had come to a conclusion that we have to postpone our trip.

Two dates were chosen... one is during the CNY holidays (18~22/02/2015) and the other is during our company stock-counting shutdown (28~31/03/2015). Upon further discussions, we have selected the latter. so, we have 3 more months to go and 3 more months also to continue collecting the funds (RM50.00/month/person).

We had put in 2 options for the next trip... camping or boat-housing. Personally I don't have any preference. Either one would be ok for me, as long as fishing is one of the agenda.

I love the outdoors, although I don't have that much time for the outdoor activities. Camping, fishing and trekking is in my blood, as I grew up in a small kampung in Rembau... You have more chances to appreciate the wonderful world that Allah has blessed you with when you go outdoor. You won't get those chances being a couch potato, will you?

Alrighty then... more updates later...

Wassalam.... baarakAllahu fiikum


Saturday, December 20, 2014

Kurangkan FB, Lebihkan Blog

Assalamualaikum,

Mungkin telah lebih sedikit daripada setahun sejak saya menulis apa-apa di dalam ruangan ini. Sebelum update tentang rancangan untuk kembali semula ke Tasik Banding, tulisan yang terakhir ialah di hujung tahun 2013.

Saya telah dan memang berkira-kira untuk tidak aktif lagi di FB. Mungkin saya akan melawat dinding FB saya dari masa ke semasa dan berkongsi apa-apa informasi yang saya fikirkan bermanafaat kepada sahabat-sahabat, tapi saya rasakan kurang selesa untuk meng-update perkara-perkara peribadi. Sebab yang utamanya ialah FB adalah ruangan yang terlalu terbuka. Apa-apa yang ditulis di sana akan dapat dilihat oleh orang lain. Samada dia baca atau tidak itu perkara lain.

Jadi ruangan blog ini bagi saya adalah lebih baik untuk berkongsi perkara-perkara yang peribadi. Maksud peribadi itu ialah perkara yang berkenaan dengan keluarga, yang tidak sepatutnya dikongsi secara terbuka. Tidak semua "friends" di laman FB mempunyai fikrah yang sama dengan kita, dan tidak semua mempunyai nilai hidup yang sama juga. Akan tetapi semua yang kita share atau post di sana akan dapat mereka lihat. Jika ada sharing & posting yang tidak "sepakat" dengan fikrah dan nilai mereka, maka akan menimbulkan rasa kurang enak.

Di ruangan ini, kita tidak perlu menyuap informasi, sharing & posting kepada orang lain. Sesiapa yang ingin baca, maka mereka kena pergi ke link untuk ke blog tersebut dan baca apa yang mereka mahu baca sahaja. Bukannya terpaksa men"jamu" mata kepada posting peribadi yang kadang-kala boleh membuatkan orang lain rasa meluat.

Jadi, lebih kepada blog dan kurangkan FB.... insyaAllah istiqamah.


BaarakAllahu fiikum


p/s: Tulisan di dalam blog saya akan bercampur di antara BM, BI dan kadang-kala BA.... :-)

OFG: Sg Kejar, Here We Come

Assalamualaikum,

A few days ago, we received a news from our friend, Nain, who is our Tekong. It turned out that Sg Kenarong, our camping and fishing destination this time, is indefinitely closed to all visitors.

A herd of elephants ran amok at the camp, prompting the authorities to close it, citing safety reasons.

So, it was agreed that we are going to Sg Kejar instead. It was the place we visited back in 2007. It can be read here.

At the Banding Lake Jetty (homebound) - 2007

Sg Kejar (one of my favorite photos) - 2007

That was me in the orange vest... -2007

So, the countdown has began at the 30 day's mark... 7 days more to go brothers. InsyaAllah, everything will be ok.


BaarakAllahu fiikum

Thursday, December 18, 2014

OFG: Tasik Banding Revisit

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

The last time I went for a fishing and camping trip to Tasik Banding was back in 2007. A few months before I went to Dubai for the overseas assignments.

Alhamdulillah, that opportunity comes again. 

InsyaAllah, I will be joining 17 of my Sony colleagues for the trip. 

Hope everything will go as planned as all of us are extra excited and really looking forward to the trip...

Tuesday, December 07, 2010

Happy New Year 1432 Hijriyyah

Wishing all Mukmins and Muslims a Happy New Year.
May Allah grant all our wishes and guide us to the righteous path. InsyaAllah.

Sent from my BlackBerry® wireless device

Saturday, December 04, 2010

Malay supremacy unIslamic, suggests chosen race, says Asri

By Clara Chooi

KUALA LUMPUR, Dec 4 — A renowned Islamic scholar silenced arguments today over the controversial "Malay supremacy" concept, charging that it was un-Islamic and akin to the Jewish's " chosen race" claim.



Dr Asri: Should this be the case, it can be likened to the Jewish claim that they are the 'chosen race'.

Former Perlis Mufti Dr Mohd Asri Zainul Abidin wrote today that the act of placing the Malay race as more supreme than the others was against the teachings of Islam, which preaches tolerance and the equality of all races.

"If someone considers himself more noble simply because of race or ethnicity factors, or considers others lower than himself because they are not of the same race, such belief is wrong and goes against the teachings of Islam.

"Should this be the case, it can be likened to the Jewish claim that they are the 'chosen race'," he said.

The outspoken scholar added that such "pride" was rejected by Islam.

Dr Mohd Asri's view on the contentious concept is a direct blow to Malay rights group Perkasa, whose leaders have been blaring the "Malay supremacy" rhetoric to push for Malay rights.

In recent days, Perkasa clashed head-on with PKR leaders on the issue, with the latter group arguing that "Malay supremacy" or "ketuanan Melayu" was undemocratic, irrelevant and should be replaced by a more inclusive concept of "ketuanan rakyat" (people's supremacy).

PKR leaders, like its de facto leader Datuk Seri Anwar Ibrahim, his wife party president Datin Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail and deputy president Azmin Ali have openly rejected "Malay supremacy", interpreting it to mean the supremacy of the Malay race above the others.

But Perkasa leaders shot back with a biting insult on Dr Wan Azizah and called her a "political prostitute" for rejecting the concept, claiming that it was tantamount to showing disrespect to the Malay Rulers and the Federal Constitution.

The right-wing leaders have argued that the concept of "Malay supremacy" was provided for in the Constitution as it referred to the special positions of the Malays as well as the Malay Rulers.

Today however, Dr Mohd Asri appeared to back PKR's view on the topic, pointing out that while there was no clear definition on the "ketuanan Melayu" terminology, the concept was also not formally expressed in the Federal Constitution.

"Hence it is strange for any party to attempt to defend such a fuzzy concept, whose meaning remains unclear," he said.

Despite this, Dr Mohd Asri described the concept as one that propagated the supremacy of the Malay race above others, explaining that ultimately, the word "ketuanan" was derived from the word "tuan" in Bahasa Malaysia.

Its English equivalent, the scholar claimed, was "supremacy".

"It refers to the root word 'tuan' and when combined with 'Melayu', it means that the Malays are in the status of 'tuan' or in Arabic, it is called 'siyadah' (supremacy).

"If you refer to the meaning according to the language, it means that the Malays are always on top, are more supreme and more noble if compared to the non-Malays," he said.

A clearer definition, added Dr Mohd Asri, would mean that the "Malay race is supreme and most noble".

He continued to assert that such a belief was un-Islamic and cited several verses in the Quran to back his claim.

As an example, Dr Mohd Asri pointed out that Allah himself had declared in Surah al-Hujarat verse 13, "Oh mankind! We created you from a single (pair) of a male and a female and made you into nations and tribes, that ye may know each other, not that ye may despise (each other). Verily the most honoured of you in the sigh of Allah, the most righteous of you. And Allah has full knowledge and is well-acquainted (with all things)."

"This verse explains that human dignity comes from one's core values, which is noble faith and morals that is defined as righteousness," he said.

Dr Mohd Asri added that Islamic teachings also preached principles in assessing man without looking at his skin colour or race but at the moral values that he possesses.

"If a race should be viewed as noble, this nobility must be proven in how they lead their lives. The Malays or the other races can achieve this through their efforts towards upholding dignity, and not just by relying on their races or different ethnicities," he said.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Monday, November 01, 2010

Misi kemanusiaan Yayasan Amal di Kassala, Sudan

Di salin-lekat dari email seorang sahabat...

KUALA LUMPUR, 1 Nov: Yayasan Amal Malaysia (Amal Malaysia) akan melaksanakan misi kemanusiaan di Kassala, Sudan dari 15 November hingga 20 November akan datang bersempena sambutan Aidiladha.

Misi kemanusiaan bagi membantu pelarian Eritrea di bandar sempadan Sudan itu akan disertai 15 anggota termasuk pegawai perubatan.

Amal Malaysia juga akan melaksanakan ibadah korban di khemah-khemah pelarian Islam di Kassala sepanjang berada di wilayah sempadan Sudan itu.
Presidennya, Husin Ismail berkata, pihaknya mensasarkan 50 ekor lembu bagi ibadah korban itu dan setakat ini berjaya mengumpulkan 20 ekor lembu bagi tujuan tersebut.

"Bagi program ibadah korban kita menetapkan RM295 untuk satu bahagian lembu dan RM500 untuk seekor kambing," jelasnya.

Sehubungan itu beliau mempelawa orang ramai yang berminat menyertai program ibadah korban bagi pelarian Eritrea di Sudan menghubungi Amal Malaysia di talian 019-951 1860 (Cikgu Husin) dan 019-664 4796 (Jamuluddin).

Kini terdapat 116,000 pelarian Eritrea di wilayah Sudan ekoran konflik etnik, politik dan agama di negara pinggir Laut Merah itu. Ia mewakili jumlah terbesar pelarian di wilayah Sudan.

Sudan turut menampung 25,000 pelarian dari Chad, Ethiopia (11,000), Uganda (7,800) dan Republik Afrika Tengah (5,000) selain konflik dalaman di wilayah Darfur yang membabitkan lebih 5.3 juta penduduknya.


Sent from my BlackBerry® wireless device

Seeing Positivity in Defeat

I'm not a fan of Malaysian football, at least not anymore. Not since that famous Gold Medal finish in 1989 Sea Games when we beat Singapore 3-1. After that game, Malaysian football has been lost somewhere, somehow.

But watching the Malaysia Cup Final Saturday night, I saw something that has been missing in our favourite past-time. Young players playing their socks off, all for the love of the game and fopr the glory of lifting the most famous trophy in the land.

I was quite dissappointed though that Kelantan beat my home state Negeri Sembilan 2-1. But seeing two teams, consisting of a majority of players under 25 years of age, playing a good game of football was a feast to the eyes. Don't compare them to the likes of Manchester United, Chelsea and Arsenal though... They are too far ahead. Even our national teams would struggle to beat their U-18 sides.

But it's a sign that Malaysian football is not starved of young talents. The best thing to do will be to give them enough exposure... International exposure... And a good and sound management...and I'm sure the future would bright for Malaysia...


Sent from my BlackBerry® wireless device

Wednesday, October 27, 2010

Khoda Hafez FB

Khoda Hafez, literally means "May God Protect You" in Farsi... It's a common farewell greeting in Iran where I used to spend a lot of my professional life while in the Middle East. When you say it, it means you are saying "Goodbye"... So, Goodbye FB.
I'm not sure whether I'm going back or not but as for now I want to go back to blogging.
I have a lot things on my mind that FB just can't cater. And I want to be free expressing my thoughts and feeling... in my own web-space.
A few of the people who are close to me (including my sister) testified that they felt more "relieved" once they quit FB-ing. I want to feel that too.
So, from now on, this web-log will come alive again... Cherios!!!

Sent from my BlackBerry® wireless device

Sunday, October 24, 2010

Bracing For FB Withdrawal Syndrome

Eversince I got active with the social network called Facebook (FB), this blog has becoming more and more dormant. FB has been taking up and occupying plenty of my precious time.
I think it's high time for me to bid my FB account farewell and return back to blogging. I have been reading some of my past blog entries and they actually sound very good (hehehe).
I also have readers who like my blog and I don't even know them. I'm not actually much of a writer (not like my sister) but I like to write and express how I feel. I suck at verbally expressing my thoughts and feelings.
To begin with, I have already deleted the FB application in my BlackBerry. I am giving myself until the end of this month before deactivating my FB account.
What about all my FB friends? Hey, FB is not the only way we can communicate... There're other ways... Text messages, emails, phone calls, GoogleTalk and, if they own a BlackBerry, BB Messenger. I can even install a ChatBox in my blog.
So, one more week of FB, then I'm gone from that virtual network.


Sent from my BlackBerry® wireless device

Friday, October 15, 2010

15 years ago

Date: 15th October 1995
Time: Between 3-4pm
Place: Wincell field, Wincell Rd off Fulton Avenue, Sacramento, Ca

Incident: Sports injury - twisted right knee causing damage to interior meniscus and ligaments.

Impact: The end of my footballing "career", and also all kinds of contact sports. The beginning of the "horizontal expansion" process.

Sent from my BlackBerry® wireless device

Saturday, October 02, 2010

Satu Revelasi

Assalmualaikum dan Salam Sejahtera...
Rasanya dah lama betul laman blog ni tidak terusik... entri yang terakhir bertarikh 28 April 2010... beberapa hari sebelum berangkat balik dari Dubai.
Hmm, sebut pasal Dubai ni, masih ingat lagi pertanyaan seorang sahabat di Dubai pada hari terakhir kami kat Dubai.
"Apa pengalaman pahit dan manis di Dubai?" tanyanya.
Masa tu tak pasti apa yang harus dijawab... banyak kenangan pahit dan manis di Dubai khususnya dan UAE amnya.
Rasanya pengalaman yang manis ialah dapat berkenalan, bersahabat dan ber"saudara" dengan warga-warga malaysia di Dubai dan UAE. Sebelum tiba di Dubai, tak pernah lagi jumpa satu masyarakat Malaysia yang betul-betul rapat antara satu sama lain... betul-betul 1Malaysia... hehehe. Perhubungan rapat tu berevolusi dari kenalan ke sahabat ke saudara ke kerabat. Bak kata pepatah, cubit peha kiri satu badan rasa sakit.
Tapi, pengalaman yang pahit pun ada... dan sebahagian besarnya menjadi sebab-musabab kenapa aku ambil keputusan untuk balik ke Malaysia dan tak sambung kontrak kerja.
Biarlah aku mulakan cerita macam ni.... bagi aku bila kerja, kena proffesional... walaupun aku tak suka kau, tapi kerja dan personal kena ada sempadan.
Sejak mula aku jejak kaki ke Dubai dan jumpa ketua jabatan tempat aku kerja tu pun aku dah boleh rasa. Tapi rasanya keadaan jadi lebih teruk bila ada Ex-pat Negara Matahari Terbit (BG) dari ofis di Malaysia transfer ke Dubai pada awal 2009. Dia ni memang dah dikenali ramai sebagai seorang yang suka main tikam belakang. Aku dah dapat rasakan sesuatu yang tak berapa diingini akan berlaku. Kebetulan dia di"station"kan di negara Parsi tempat aku selalu pergi untuk urusan kerja. Bila kerja di sana tu... kebebasan dan kreativiti aku jadi terhad sebab dah ada si BG ni... apa yang aku buat semuanya tak ok... sampai kat depan pekerja kat sana pun diboleh malukan aku, seolah-olah aku tak pandai buat kerja.
Bila balik ke ofis di Dubai, setiap bulan akan ada mesyuarat untuk present results bulanan. Bila aku present result yang bagus untuk kilang-kilang yang aku lawati, semua (termasuk si Ketua Jabatan dan MD) puji si BG ni. Seolah-olah selama setahun sebelum ni aku tak buat apa-apa. Bila datang je BG ni, semua jadi perfect.
Si Ketua Jabatan aku ni (YT) muda dari aku setahun, tapi takde respect langsung (dan aku pun tak respect kat dia). Seperti kebanyakan orang dari negara dia, dia ni kuat mabuk dan kaki perempuan (ni kena bukak satu entri lain), tapi tu biarlah.... dia punya pasal. Yang aku rasa tak bestnya ialah bila di ofis di Dubai, aku rasa macam orang asing pulak. Nak kata aku orang Malaysia, yang sorang lagi sahabat yang datang dari ofis Malaysia pun orang Malaysia jugak. Aku tak faham apa yang dia "jaki" sangat dengan aku. Dia amat-amat jarang sekali cakap dengan aku (kecuali kalau nak "belasah" aku) apatah nak bergurau, kalau ada apa-apa aktiviti yang melibatkan jabatan, aku selalu ketinggalan (contohnya bila ambil gambar jabatan dengan cermin mata 3D, semua orang ada kecuali aku).
Semua ni meyebabkan aku rasa terlalu tak sedap untuk terus kerja.
Tapi "the ultimate" datang bila YT panggil aku dah bagitau dia dapat informasi, dari "sumber yang dirahsiakan", yang bila aku pergi urusan kerja ke negara-negara Mesir dan Parsi aku selalu curi tulang. Tu lah yang dikatakan orang putih "the straw that breaks the camel's back". Memanglah cara kerja aku tak pulun... aku work smart... kerja teruk-teruk tanpa results tak guna. Dia pertikaikan aku selalu balik kerja awal bila di negara-negara ni. Dia pertikaikan aku selalu duduk ofis je dan "tak turun padang". Dia pertikaikan aku sampai di Dubai awal dari negara-negara ni tapi terus balik rumah dan tak pergi ofis. Sebenarnya, dia pun buat benda yang sama... takde pulak orang pertikaikan? Kalau dia boleh buat, kenapa pulak aku tak boleh? Bukannya kerja aku tak siap... dan mana-mana kerja yang tak siap, aku plan untuk siapkan bila aku pergi lagi ke sana atau aku "assign" orang di sana untuk buat dengan "guidance" daripada aku.
Kemudian dia melalutlah bab family aku yang company support (rumah, utiliti dan anak-anak sekolah company support). Yang ni memang masa sebelum pergi lagi diorang (ofis Malaysia dan Dubai) dah cuba pujuk aku supaya tak bawak family. macam-macam diorang kata.... anak-anak susah nak dapat sekolah la, susah nak sesuaikan diri la, nanti isteri aku boring la dan bermacam-macam lagi. Agaknya sebab pujukan tak berhasil, aku masih berkeras nak bawak family, maka diorang berkomplot untuk buat aku tak sambung kontrak.... WaLLahu a'lam.
Kemudian faktor gaji.... cuma tinggi sikit dari gaji aku di Malaysia... dan 70-75% kena hantar balik Malaysia untuk bayar bill-bill di Malaysia dan gaji aku di Malaysia bukannya banyak... kurang dari RM5k je. Bayangkan duduk Dubai dengan duit tunai macam tu... kalau takde duit elaun kerja luar negara, tak tau lah family nak makan apa.
Tapi bab ada orang tikam belakang nilah yang membuat aku tawar hati untuk sambung kontrak lagi. Dah la belakang kena tikam, salah seorang yang menikam tu pulak dapat semua puji-pujiannya. Bukan aku kebulur untuk dipuji pun, tapi sekurang-kurangnya bagilah kredit sikit. Takkan takde langsung kontribusi aku sebelum yang layak dapat kredit? Teruk sangat ke aku ni?
Sorang lagi yang menikam tu aku tak pasti identitinya tapi warga Malaysialah jugak. Sebab si BG ni jarang-jarang ke Mesir... dia boleh kata 98% di Parsi je. Tapi aku boleh agaklah sapa yang tikam aku kat Mesir tu... sebab bila aku jumpa dia di ofis Malaysia, dia buat muka "cam hampeh!!!" dia... serious, muka dia memang cam hampeh!!!.
So, cukuplah 2 tahun. sekurang-kurangnya keluarga aku merasa hidup di rantau orang, anak-anak aku merasa sekolah di sekolah antarabangsa, isteri aku merasa jadi surirumah sepenuh masa dan kami dapat berkenalan, bersahabat, bersaudara dan berkerabat dengan warga-warga Malaysia di sana.
Lagipun di Malaysia sekurang-kurangnya aku dekat dengan Mak dan Ayah (kandung dan mertua) yang semakin berusia. Kalau apa-apa hal senang nak balik kampung.
Tapi kalau ada rezeki dari Allah, aku masih lagi berminat untuk kerja di luar negara...mungkin di Dubai semula....mungkin di tempat lain....semua tu aku serahkan kepada Allah....
Bila di luar, fikiran dan minda kita lebih terbuka.... kita dapat tengok negara kita dari perspektif orang luar....
Tapi buat masa ni biarlah di Malaysia dulu.